Copyright By www.laurafanbasuki.blogspot.com. Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Dahlan Iskan Hapus Posisi Wadirut di BUMN Non Bank

Written By Unknown on Monday, September 24, 2012 | 4:00 PM

Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan terus melakukan efisiensi pada struktur organisasi perusahaan plat merah. Posisi wakil direktur utama (wadirut) di BUMN non perbankan akan dihapus.

"Kecuali (BUMN) perbankan, saya memang tidak ingin ada wadirut," kata Dahlan di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (24/9/2012).

Sebelumnya, pada perombakan direksi PT Angkasa Pura II yang merupakan pengelola Bandara Soekarno-Hatta, Dahlan menghilang posisi wadirut. Dahlan menjelaskan fungsi direktur lebih efektif daripada posisi wadirut.

"Lebih baik ditambah direktur dari pada ada wadirut," tambahnya.

Mantan Dirut PLN ini menegaskan, posisi wadirut di perbankan plat merah masih diperlukan karena harus mengikuti peraturan dari bank sentral yaitu Bank Indonesia (BI).

"Bank itu ada disiplin tertentu, karena memenuhi peraturan Bank Indonesia, peraturan internasional. Itu memang ada pembagian tugasnya yang sangat jelas di sana," tegasnya.

(feb/dnl)


4:00 PM | 0 komentar | Read More

Gudang Garam Rogoh Kocek Rp 149,99 Miliar Dirikan Anak Usaha Baru

Jakarta - PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mendirikan anak usaha baru pada bidang pengolahan tembakau. Produsen rokok asal Kediri ini menanamkan modal ditempatkan dan modal disetor penuh sebesar Rp 149,99 miliar.

Menurut Sekretaris Perusahaan GGRM, Heru Budiman dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin (24/9/2012), anak usaha ini bernama PT Surya Inti Tembakau.

"Bahwa sebagaimana notaris Ida Mustia tanggal 21 September 2012 mendirikan anak usaha dengan nama PT Surya Inti Tembakau, modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan sebesar Rp 149.999.000.000 atau setara 149.999 lembar dengan harga nominal Rp 1 juta," katanya.

Jumlah saham ini mencerminkan 99,99 persen dari total modal disetor dan ditempatkan Surya Inti Tembakau sejumlah Rp 150 miliar. Atas pendirian anak usaha baru ini, GGRM berharap dapat menunjang bisnis inti perusahaan.

Pendirian anak usaha itu tidak ada benturan kepentingan dengan perseroan. Kabar sebelumnya menyebut GGRM telah memiliki dua anak perusahaan utama yaitu PT Surya Pamenang dan PT Surya Madistrindo yang bergerak di bidang usaha produksi kertas karton untuk kemasan serta distributor tunggal produk Gudang Garam.

Pada semester I-2012 GGRM menghasilkan laba Rp 2,13 triliun atau turun 8,58% dari posisi sebelumnya, Rp 2,33 triliun. Namun pendapatan perseroan mengalami kenaikan 18,19% menjadi Rp 23,46 triliun.

(wep/dru)


4:00 PM | 0 komentar | Read More

Tol Jakarta-Cikampek Naik 10%, Jasa Marga Kantongi Rp 2,75 Miliar/Hari

Jakarta - PT Jasa Marga Tbk berencana menaikkan tarif ruas tol Jakarta - Cikampek akhir September nanti. Kenaikkan tarif ini mendongkrak nilai pendapatan transaksi hingga Rp 2,75 miliar per hari dari sebelumnya Rp 2,5 miliar.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Operasi Jasa Marga, Hasanuddin di acara sosialisasi Penetapan Kenaikkan Tarif Tol Jakarta Cikampek di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta Timur, Senin (24/9/12).

"Tarif Naik 10%, jadi kira-kira nanti transaksi Rp 2,75 miliar per hari," ungkapnya.

Sebelumnya, dengan lalu lintas harian hingga 500.000 kendaraan yang didominasi kendaraan golongan I, Hasanudin menambahkan, nilai transaksi tol Jakarta - Cikampek bisa mencapai Rp 2,5 miliar per hari.

"LHR (lalu lintas harian antara 400-500.000 per hari. Pendapatannya Japek (Jakarta Cikampek) itu Rp 2,5 miliar per hari," jelasnya.

Ruas tol Jakarta-Cikampek akan mengalami kenaikan tarif sebesar 10% pada akhir September ini. Besaran kenaikan itu masih sebatas usulan PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku pengelola ruas tol Jakarta-Cikampek.

Adapun besaran kenaikan adalah sesuai dengan besaran inflasi selama 2 tahun, kira-kira 10 %. Berikut ini besaran penyesuaian tarif tol Jakarta-Cikampek sebesar 10%:

Tarif tol saat ini:

  • Golongan 1: Rp 11.000
  • Golongan 2: Rp 17.500
  • Golongan 3: Rp 22.000
  • Golongan 4: Rp 27.500
  • Golongan 5: Rp 33.000

Tarif tol setelah kenaikan sebesar 10%:

  • Golongan 1: Rp 12.100
  • Golongan 2: Rp 19.250
  • Golongan 3: Rp 24.200
  • Golongan 4: Rp 30.250
  • Golongan 5: Rp 36.300

(zul/hen)


4:00 PM | 0 komentar | Read More

Hanya Timbulkan Citra Negatif, Dirjen Kesal Sempat Ada Gayus di Direktorat Pajak

Jakarta - Citra pegawai pajak langsung buruk ketika terungkapnya kasus mafia pajak Rp 75 miliar Gayus Tambunan. Bahkan saat ini jika bertemu dengan Gayus, para pegawai pajak ingin sekali gorok (potong) lehernya.

"Kita juga kesel ada si Gayus di Pajak, bahkan kalau ketemu si Gayus pingin gorok saja," kata Fuad ketika ditemui di Gedung DPR, Senin (24/9/2012).

Dikatakan Fuad, Gayus memang memberikan citra sangat buruk bagi Direktorat Pajak, bahkan membuat berita-berita yang muncul menjadi negatif.

"Sehingga apapun yang kita lakukan buruk selalu kesannya, tapi kinerja kita seperti penerimaan pajak terus meningkat dibandingkan dari tahun ke tahun bahkan lebih tinggi pertumbuhan penerimaan pajaknya dibandingkan negara-negara ASEAN tidak diapresiasi," ujarnya.

Bahkan kata Fuad, akibat berita negatif tersebut membuat masyarakat terus menilai jelek Direktorat Pajak, bahkan seperti kemarin Kyiai NU sampai mengancam tidak bayar pajak.

"Bahkan kemarin Kyiai sampai mengancam tidak mau bayar pajak, ini terjadi karena berita-berita negatif yang terus ada, yang bersumber pada kasus Gayus," ucapnya.

Fuad meminta agar masyarakat tidak lagi menilai buruk kinerja Direktorat Perpajakan, pasalnya pihaknya sudah bekerja sekuat tenaga, dan bukan berarti Gayus mengemplang Rp 75 miliar berarti bosnya justru lebih besar.

"Tidak, bukan berarti Gayus yang kecil tersebut gelapkan Rp 75 miliar bosnya jauh lebih besar, tidak, dia ketahuan karena memang menggelapkan pajaknya gede sekali," tandasnya.

(rrd/dru)


4:00 PM | 0 komentar | Read More

Jumlah Miliuner di China Berkurang Gara-gara Harga Properti Jatuh

Beijing - Untuk pertama kalinya dalam 7 tahun terakhir, jumlah miliuner di China berkurang di tengah jatuhnya harga properti dan penurunan harga saham di bursa.

Di China ada 251 orang dengan kekayaan miliaran dolar AS, jumlah tersebut berkurang 20 orang dari tahun lalu.

Demikian hasil laporan dari sebuah majalah bergengsi yaitu Hurun Report, dikutip dari AFP, Senin (24/9/2012).

Pada laporan tersebut dikatakan, jumlah miliuner di China turun setelah dalam enam tahun terakhir terus bertambah jumlahnya. Orang terkaya di China adalah Zong Qinghou dengan kekayaan US$ 12,6 miliar. Qinghou mengambil alih posisi teratas dari Liang Wengen seorang penemu perusahaan mekanis Sany Liang turun 5 peringkat tahun ini.

Kepala Riset Hurun Report Rupert Hoogewerf mengatakan, adanya penurunan kekayaan yang signifikan di China. Perekonomian China yang tumbuh 10% di 2010, memasuki perlambatan ekonomi yang signifikan di tengah lesunya ekonomi dunia.

Tahun lalu, ekonomi China tumbuh 9,3% dan turun ke level terendah dalam 3 tahun di semester I-2012 yaitu 7,6%. Ekonomi China juga masih melemah di kuartal III-2012 ini, termasuk ekspor dan manufaktur. Beberapa analis memprediksi ekonomi China bakal melemah dalam 7 kuartal berturut-turut.

Laporan itu juga mengatakan, sektor properti di China terus melemah dan tidak lagi menjadi sumber utama kekayaaan orang-orang terkaya di China. Pemerintah China memang menerapkan aturan untuk memperketat perkembangan sektor properti yang dikhawatirkan bakal menimbulkan gelembung atau bubble.

Namun di samping penurunan jumlah miliuner, laporan tersebut masih memperkirakan adanya ekonomi di China masih tumbuh, walaupun tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya.

Jumlah rata-rata kekayaan dari 1.000 orang terkaya di China turun 9% menjadi US$ 860 miliar dibandingkan tahun lalu. Namun jumlah ini masih dua kali lipat dibandingkan rata-rata kekayaan 1.000 orang terkaya di China pada 2008 yang sebesar US$ 439 juta.

(dnl/hen)


4:00 PM | 0 komentar | Read More

Fuad Rahmany Pamer Penerimaan Pajak RI Lebih Pesat dari Malaysia

Jakarta - Dirjen Pajak Fuad Rahmany menyatakan pertumbuhan penerimaan pajak di Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN lainnya. Bahkan dengan Malaysia, Indonesia lebih unggul karena pertumbuhannya lebih tinggi.

"Dibandingkan dengan Malaysia pertumbuhan penerimaan pajak tahun lalu cuma 12%, kita sudah 19% dalam hal upaya penerimaan pajaknya," kata Fuad di Gedung DPR, Senin (24/9/2012).

Untuk terus meningkatkan penerimaan pajak, para pegawai di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan dituntut kerja keras untuk meningkatkan penerimaan pajak. Salah satu realisasinya, seluruh pegawai pajak jam kerjanya harus di atas pukul 17.00.

Fuad mengatakan seluruh pegawai di Direktorat Jenderal Pajak dituntut untuk kerja keras, ini terbukti dengan terus naiknya penerimaan negara setiap tahunnya.

"Untuk itu tidak seluruh pegawai pajak harus jam kerjanya di atas jam 5 (17.00) semua. Kita kerja keras ini terbukti dengan seluruh DJP bisa memberikan sumbangan ke negara berupa setoran pajak mencapai Rp 800 triliun," kata.

Dikatakan Fuad, pihaknya juga akan terus mengejar orang-orang kaya dan perusahaan besar untuk rajin membayar pajak.

"Pasalnya 90% penerimaan pajak berasal dari perusahaan besar dan orang-orang kaya, sementara yang UKM kontribusinya hanya 4%," ucap Fuad.

Menurut Fuad, bahkan untuk pajak pribadi saat ini masih ada potensi 35 juta jiwa lebih yang belum membayar pajak.

"Untuk pajak pribadi saat ini masih ada potensi sekitar 35 juta jiwa lebih yang belum membayar pajak, ini dikarenakan sulitnya mendapatkan data yang valid baik itu dari KTP atau data lainnya," ungkapnya.

(rrd/hen)


4:00 PM | 0 komentar | Read More

DPR Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas PNS 40% Jadi Rp 13 Triliun

Jakarta - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama Badan Anggaran DPR RI berjanji akan memangkas anggaran perjalanan dinas hingga 40% dari total Rp 21 triliun yang diajukan pemerintah. DPR mengklaim hal tersebut atas dasar keinginan masyarakat.

"Ini merupakan cara DPR menyikapi suara keinginan masyarakat yang mengkritisi pengeluaran Lembaga dan Kementerian terkait perjalanan dinas," ujar Ketua DPR Marzuki Alie seperti dikutip detikFinance, Senin (24/9/2012).

"Kita akan mengoptimalkan hingga 40% dan sedikitnya 30% dan diharapkan akan menghemat Rp 6-8 triliun ini diharapkan dapat untuk pembangunan infrastruktur," imbuhnya.

Pemerintah pada 2013 menganggarkan perjalanan dinas hingga Rp 21 triliun. Maka jika DPR mampu memangkas perjalanan dinas hingga 40%, maka dana yang dihemat mencapai Rp 8 triliun atau hanya Rp 13 triliun.

Pertemuan pimpinan dan Banggar yang merupakan bagian dari Rapat Koordinasi ini juga menyepakati menurunkan belanja barang sebesar 20% dan memindahkan ke belanja modal untuk program-program pro rakyat.

Dikatakan Marzuki, hal ini merupakan usaha DPR dalam menekan biaya yang tidak penting kemudian diarahkan untuk kepentingan rakyat dan infrastruktur.

"Kita mengharapkan alokasi ini diarahkan untuk dana infrastruktur guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan program pro rakyat dalam mengurangi angka kemiskinan,"paparnya.

Menurut Marzuki, Pimpinan DPR dan Banggar DPR juga memutuskan cost recovery sebesar 15,5%, sementara khusus tax ratio 12,75% jadi 12,87%.

Ketua Banggar DPR Achmad Noor Supit dari Partai Golkar mengatakan, perjalanan dinas itu banyak yang mubazir bahkan di Kementerian-pun bisa lebih parah.

"Paling tidak ini ada kesepakatan politik, karena itu saya berusaha keputusan ini dapat berjalan. Ada tuntutan politik juga dari masyarakat saya ajak pemerintah juga berpikir secara politis," paparnya.

Menurutnya, DPR mengharapkan tahun 2013 ini bisa terlaksana. "Ini baru internal saya konsultasikan pimpinan dulu dan juga telah dibicarakan di internal Banggar,mudah-mudahan dapat menjawab respon rakyat," terangnya.

(dru/hen)


4:00 PM | 0 komentar | Read More

Indonesia Investment Day: Saatnya Berinvestasi di Indonesia

Jakarta - Acara Indonesia Investment Day digelar secara meriah di gedung New York Stock Exchange (NYSE) di kawasan Wall Street, New York. Banyak perusahaan nasional Indonesia yang berpartisipasi. Di acara yang dihadiri para pebisnis Amerika Serikat (AS) itu, Indonesia mengajak kepada pengusaha AS untuk berinvestasi di Indonesia.

Rangkaian kegiatan Indonesia Investment Day digelar dari pukul 08.00 hingga sore hari, Senin (24/9/2012). Inti dari acara ini adalah mempromosikan iklim bisnis dan peluang investasi di Indonesia kepada para pebisnis AS. Seminar dengan tema 'Indonesia's Rise as Asia's New Economic Power House: Transformation, Opportunities & Partnership for All' mengawali acara ini.

Dubes RI untuk AS Dino Patti Djalal saat memberikan sambutan menyampaikan posisi ekonomi Indonesia. Menurut dia, saat ini Indonesia merupakan negara yang paling tinggi pertumbuhan ekonominya di Asia setelah China. Karena itu, saat ini sudah saatnya bagi investor internasional untuk berinvestasi di Indonesia.

"Bapak Presiden juga pernah meminta saya agar saya menyampaikan bahwa di Asia itu tidak hanya China. Tapi juga ada Indonesia," kata Dino yang meyakinkan bahwa Indonesia merupakan masa depan.

"Jika Anda berpikir tentang Asia, maka berpikirlah Indonesia. Bila Anda berpikir tentang pertumbuhan, maka berpikirlah Indonesia. Bila Anda berpikir tentang pertumbuhan, maka berpikirlah Indonesia. Bila Anda berpikir tentang keuntungan, berpikirlah Indonesia. Bila Anda berpikir tentang masa depan, maka berpikirlah Indonesia," sambung Dino disambut tepuk tangan para undangan.

Presiden SBY dalam pidatonya di acara ini juga memperkuat alasan mengapa investor harus berinvestasi di Indonesia. Saat ini Indonesia memiliki pertumbuhan terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, berdasarkan penelitian McKinsey Institute, Indonesia saat ini memiliki peran paling penting dalam ekonomi Asia, setelah China.

Di masa mendatang, McKinsey memperkirakan investasi di Indonesia akan terus tumbuh signifikan. Karena itu, SBY mengajak kepada para investor untuk menanamkan investasi di Indonesia di banyak bidang, termasuk pertambangan, minyak, telekomunikasi, dan lain-lain.

Dalam pidatonya, SBY juga menyampaikan kebijakan pembangunan Indonesia yang selalu menekankan pada empat hal, yaitu pro growth, pro job, pro poor, dan pro environment. Presiden juga memaparkan mengenai Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang sudah dicanangkan hingga 2025.

Meningkatnya peran Indonesia dalam ekonomi dunia juga diakui oleh Nouriel Roubini, Chairman & Co-Founder Roubini Global Economics, yang menjadi keynote speaker dalam seminar ini. Menurut dia, beberapa negara mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat baik, seperti China, India, dan Brazil, termasuk juga Indonesia di Asia Tenggara.

Rangkaian Acara

Acara Indonesia Investment Day ini diawali dengan seminar dengan tema 'Indonesia's Rise as Asia's New Economic Power House: Transformation, Opportunities & Partnership for All'.

Seminar dibuka dengan kata sambutan Dino Patti Djalal dan CEO dan Direktur NYSE Duncan L Niederauer. Setelah itu, Presiden SBY menyampaikan pidato sekitar 30 menit. Kemudian dilanjutkan penandatanganan memorandum of agreement (MoA) antara pemerintah Indonesia dengan Boeing terkait kesepakatan offset/kompensasi dalam pembelian pesawat Boeing. Penandatanganan MoA dilakukan oleh Dino Patti Djalal dengan Vice President Boeing, Stanley Roth, disaksikan presiden SBY dan para peserta seminar.

Sebagai keynote speaker dalam seminar ini adalah Nouriel Roubini. Setelah itu, digelar diskusi panel mengenai Peluang Investasi di Indonesia dengan pembicara Menkeu Agus Martowardojo, Mendag Gita Wirjawan, Kepala BKPM Chatib Basri, dan CEO Cargill Gregoru R Page, dengan moderator Christopher Eoyang, Chief Growth Markets Strategist Goldman Sachs. Acara dilanjutkan dengan peluncuran Diaspora Business Council.

Acara kemudian berlanjut di Conrad Hotel New York dengan Luncheon Briefing dengan keynote speaker Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dengan moderator Wayne Forrest, Presiden American Indonesian Chamber of Commerce. Setelah itu, acara ditutup dengan One-on One Meeting dengan perusahaan-perusahaan nasional Indonesia.

Beberapa perusahaan yang berpartisipasi dalam acara ini adalah BNI, Bank BRI, Bank Mandiri, PGN, Semen Gresik, Bukit Asam, Jasa Marga, Aneka Tambang, Garuda Indonesia, Krakatau Steel, Pertamina, Astra Internasional, BCA, Lippo Karawaci, dan Telkom. Dalam one-on-one meeting ini, beberapa CEO dari perusahaan-perusahaan Indonesia hadir. Tampak antara lain Dirut BNI Gatot Mudiantoro, Dirut BRI Sofyan Basir, dan Dirut Bank Mandiri Zulkifli Zaini.

Acara Indonesia Investment Day disponsori banyak pihak, seperti Bank Indonesia, NYSE Euronext, Bank BRI, BNI, BNY Mellon, BKPM, IDX, Danareksa Sekuritas, dan Goldman Sachs. Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II juga tampak hadir dalam pembukaan acara tersebut.

(asy/asy)


4:00 PM | 0 komentar | Read More

Indonesia Investment Day: Saatnya Berinvestasi di Indonesia

Jakarta - Acara Indonesia Investment Day digelar secara meriah di gedung New York Stock Exchange (NYSE) di kawasan Wall Street, New York. Banyak perusahaan nasional Indonesia yang berpartisipasi. Di acara yang dihadiri para pebisnis Amerika Serikat (AS) itu, Indonesia mengajak kepada pengusaha AS untuk berinvestasi di Indonesia.

Rangkaian kegiatan Indonesia Investment Day digelar dari pukul 08.00 hingga sore hari, Senin (24/9/2012). Inti dari acara ini adalah mempromosikan iklim bisnis dan peluang investasi di Indonesia kepada para pebisnis AS. Seminar dengan tema 'Indonesia's Rise as Asia's New Economic Power House: Transformation, Opportunities & Partnership for All' mengawali acara ini.

Dubes RI untuk AS Dino Patti Djalal saat memberikan sambutan menyampaikan posisi ekonomi Indonesia. Menurut dia, saat ini Indonesia merupakan negara yang paling tinggi pertumbuhan ekonominya di Asia setelah China. Karena itu, saat ini sudah saatnya bagi investor internasional untuk berinvestasi di Indonesia.

"Bapak Presiden juga pernah meminta saya agar saya menyampaikan bahwa di Asia itu tidak hanya China. Tapi juga ada Indonesia," kata Dino yang meyakinkan bahwa Indonesia merupakan masa depan.

"Jika Anda berpikir tentang Asia, maka berpikirlah Indonesia. Bila Anda berpikir tentang pertumbuhan, maka berpikirlah Indonesia. Bila Anda berpikir tentang pertumbuhan, maka berpikirlah Indonesia. Bila Anda berpikir tentang keuntungan, berpikirlah Indonesia. Bila Anda berpikir tentang masa depan, maka berpikirlah Indonesia," sambung Dino disambut tepuk tangan para undangan.

Presiden SBY dalam pidatonya di acara ini juga memperkuat alasan mengapa investor harus berinvestasi di Indonesia. Saat ini Indonesia memiliki pertumbuhan terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, berdasarkan penelitian McKinsey Institute, Indonesia saat ini memiliki peran paling penting dalam ekonomi Asia, setelah China.

Di masa mendatang, McKinsey memperkirakan investasi di Indonesia akan terus tumbuh signifikan. Karena itu, SBY mengajak kepada para investor untuk menanamkan investasi di Indonesia di banyak bidang, termasuk pertambangan, minyak, telekomunikasi, dan lain-lain.

Dalam pidatonya, SBY juga menyampaikan kebijakan pembangunan Indonesia yang selalu menekankan pada empat hal, yaitu pro growth, pro job, pro poor, dan pro environment. Presiden juga memaparkan mengenai Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang sudah dicanangkan hingga 2025.

Meningkatnya peran Indonesia dalam ekonomi dunia juga diakui oleh Nouriel Roubini, Chairman & Co-Founder Roubini Global Economics, yang menjadi keynote speaker dalam seminar ini. Menurut dia, beberapa negara mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat baik, seperti China, India, dan Brazil, termasuk juga Indonesia di Asia Tenggara.

Rangkaian Acara

Acara Indonesia Investment Day ini diawali dengan seminar dengan tema 'Indonesia's Rise as Asia's New Economic Power House: Transformation, Opportunities & Partnership for All'.

Seminar dibuka dengan kata sambutan Dino Patti Djalal dan CEO dan Direktur NYSE Duncan L Niederauer. Setelah itu, Presiden SBY menyampaikan pidato sekitar 30 menit. Kemudian dilanjutkan penandatanganan memorandum of agreement (MoA) antara pemerintah Indonesia dengan Boeing terkait kesepakatan offset/kompensasi dalam pembelian pesawat Boeing. Penandatanganan MoA dilakukan oleh Dino Patti Djalal dengan Vice President Boeing, Stanley Roth, disaksikan presiden SBY dan para peserta seminar.

Sebagai keynote speaker dalam seminar ini adalah Nouriel Roubini. Setelah itu, digelar diskusi panel mengenai Peluang Investasi di Indonesia dengan pembicara Menkeu Agus Martowardojo, Mendag Gita Wirjawan, Kepala BKPM Chatib Basri, dan CEO Cargill Gregoru R Page, dengan moderator Christopher Eoyang, Chief Growth Markets Strategist Goldman Sachs. Acara dilanjutkan dengan peluncuran Diaspora Business Council.

Acara kemudian berlanjut di Conrad Hotel New York dengan Luncheon Briefing dengan keynote speaker Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dengan moderator Wayne Forrest, Presiden American Indonesian Chamber of Commerce. Setelah itu, acara ditutup dengan One-on One Meeting dengan perusahaan-perusahaan nasional Indonesia.

Beberapa perusahaan yang berpartisipasi dalam acara ini adalah BNI, Bank BRI, Bank Mandiri, PGN, Semen Gresik, Bukit Asam, Jasa Marga, Aneka Tambang, Garuda Indonesia, Krakatau Steel, Pertamina, Astra Internasional, BCA, Lippo Karawaci, dan Telkom. Dalam one-on-one meeting ini, beberapa CEO dari perusahaan-perusahaan Indonesia hadir. Tampak antara lain Dirut BNI Gatot Mudiantoro, Dirut BRI Sofyan Basir, dan Dirut Bank Mandiri Zulkifli Zaini.

Acara Indonesia Investment Day disponsori banyak pihak, seperti Bank Indonesia, NYSE Euronext, Bank BRI, BNI, BNY Mellon, BKPM, IDX, Danareksa Sekuritas, dan Goldman Sachs. Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II juga tampak hadir dalam pembukaan acara tersebut.

(asy/asy)


4:00 PM | 0 komentar | Read More

Masuk Era Digital, Pengusaha Bioskop Skala Kecil Megap-megap

Written By Unknown on Sunday, September 23, 2012 | 4:00 PM

Jakarta - Kini produsen film dunia lebih banyak mengemas filmnya dengan format digital, bukan lagi format seluloid. Sehingga tren penggunaan alat pemutar film (proyektor) format digital di bioskop tak bisa dihindarkan termasuk di Indonesia.

Dampaknya, banyak pengusaha bioskop melakukan konversi besar-besaran dari proyektor seluloid ke digital. Celakanya, bagi pengusaha bioskop skala kecil, peralihan ini sangat memberatkan karena butuh investasi yang sangat besar.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Johny Syafrudin mengatakan di Indonesia konversi ini setidaknya sudah terjadi sejak awal tahun ini. Sayangnya memang, bioskop di daerah-daerah dengan skala kecil paling merana, beda ceritanya untuk bioskop skala besar yang punya modal kuat.

"Kita akui ini beban baru bagi pengusaha bioskop, soal penggunaan proyektor digital, harganya selangit. Harganya Rp 800 juta sampai Rp 1 miliar untuk satu proyektor untuk satu layar. Sistemnya pakai server, pakai hardisk, jadi nggak bisa dibajak," katanya kepada detikFinance, Minggu (23/9/2012)

Johny menjelaskan beberapa bioskop di daerah seperti Purwokerto, Semarang, di Jawa Timur dan daerah lainnya kena dampak langsung dinamika bisnis ini. Ia mengungkapkan bioskop di Padang dan Jambi sudah tutup, sementara bioskop di Purwokerto mulai melakukan konversi bertahap dari 4 layar, sudah 2 yang berganti ke proyektor digital.

"Coba bayangkan untuk bioskop di daerah dengan harga karcis Rp 7500, dengan pendapatan Rp 10 juta, kapan tuh bisa balik modal, butuh berapa tahun. Jadi yang kecil ini bukan lagi megap-megap tapi sudah sampai leher nafasnya," katanya.

Kondisi berbeda justru terjadi untuk jaringan bioskop skala besar seperti cineplex atau 21 sudah melakukan konversi hingga 95%, termasuk untuk Blitz. Johny memperkirakan dengan jumlah layar hingga 500-600 layar maka investasi yang dikeluarkan hingga Rp 500 miliar lebih.

"Sudah sejak awal tahun 2012, ini mau nggak mau, kalau nggak bisa ya tidak dikasih film oleh produsen film di AS," katanya.

Ia mengakui meski punya dampak negatif bagi pengelola bioskop skala kecil, format baru digital memberikan sisi positif dalam hal efisiensi distribusi. Dengan format digital, maka mengimpor film lebih praktis karena importir hanya mengunduh film dengan akses internet, selain itu biaya copy film sudah tak ada lagi dengan rantai yang lebih pendek.

"Tapi memang jujur saja, saya sebagai yang tahu film, kualitasnya masih di bawah seluloid. Juga kelemahannya apalagi saat baru-baru keluar sering nge-hang," katanya

Johny menambahkan produk proyektor digital selama ini diimpor dari AS dengan merek Barco dan Belgia dengan harga Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar. Selain itu, China berencana akan membuat produk sejenis dengan harga jauh lebih murah hingga Rp 300 juta, sehingga lebih ringan bagi pengusaha bioskop.

"Ini punya prospek bioskop lebih berkembang, distribusi lebih lancar," katanya.

(hen/wep)


4:00 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger